Tips Memilih Sendok Makan Yang Baik

Tips Memilih Sendok Makan Yang Baik

Kebanyakan orang Asia menggunakan sendok sehari – harinya. Untuk menyuap nasi atau kuah, untuk memasak, mengambil makanan, dan sebagainya. Selain sendok, garpu dan sumpit juga umum digunakan.

Di negara Eropa dan Amerika, sendok biasanya dipakai saat minum sup atau mengambil makanan yang berbentuk cair. Disana biasanya lebih sering menggunakan pisau dan garpu untuk sehari – harinya.

Sendok jenisnya banyak. Materialnya pun bermacam – macam. Ada yang terbuat dari besi, kayu, kuningan, stainless steel, keramik, dan sebagainya. Pada umumnya material stainless steel yang sering digunakan.

Selain dari segi estetika, bentuk sendok yang berbeda ternyata memiliki fungsi yang berbeda dan digunakan pada saat yang berbeda juga.

Ada juga orang yang membeli sendok, garpu, atau pisau untuk dikoleksi karena keunikan maupun keindahannya. Harganya pun bisa mencapai jutaan rupiah.

Sejarah Sendok


Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan sendok pertama kali digunakan dan oleh siapa. Dikutip dari The Irish Times, artefak sendok yang ditemukan di Rusia pada tahun 1940, berasal dari 21.000 tahun lalu. Jadi, sendok merupakan alat makan yang sudah digunakan sejak dahulu kala.

Pada awalnya, sendok berasal dari kulit kerang, batu, tanduk hewan, kayu, dan logam. Kemudian bangsa Romawi kuno mulai membuat sendok dari bahan perak atau silver. Bukti sejarah ini bisa ditemukan di Metropolitan Museum of Art di New York, Amerika. Dan seiring berkembangnya peradaban manusia, model dan jenis sendok pun ikut berkembang hingga saat ini.

Jika berkunjung ke toko atau outlet yang khusus menyediakan peralatan rumah tangga, anda bisa melihat berbagai jenis sendok dengan harga, model, warna, dan ukuran yang bermacam – macam.

Ini tidak mengherankan mengingat sendok dan peralatan makan kadang juga dianggap mewakili status sosial pemakainya. Semakin baik kualitas yang digunakan, semakin tinggi status sosial ekonominya. Oleh sebab itu, sendok garpu atau pisau makan ada yang harganya hingga ratusan juta rupiah.
← Back to Articles
WhatsApp